proyek time management

Ketika seorang Project Manager (PM) mendapat laporan dari timnya bahwa proyeksi progress pekerjaan bulan ini yang sudah direncanakan dengan detail ternyata diluar dugaan tidak tercapai, dan terlambat 5%, sebagian besar PM mungkin menganggap deviasi tersebut masih kecil dan dengan tenang menginstruksikan kepada tim proyek yang intinya untuk mengejar keterlambatan. Namun ketika beberapa bulan ke depan PM mendapat laporan yang sama dan keterlambatan sudah lebih dari 15%, mungkin sebagai PM anda akan mulai merasakan kecemasan. Cemas akan proyeknya yang terlambat dan stress akan denda keterlambatan karena pekerjaan tidak selesai tepat waktu.

Time management termasuk ke dalam proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian suatu proyek. Sistem time management berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan proyek. Dimana dalam perencanaan dan penjadwalan tersebut telah disediakan pedoman yang spesifik untuk menyelesaikan aktivitas proyek dengan lebih cepat dan efisien. Studi ini membahas secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan time management proyek konstruksi pada perusahaan kontraktor di Surabaya. Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 3 perusahaan kontraktor klasifikasi besar menunjukkan bahwa pelaksanaan time management yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor di Surabaya belum sepenuhnya mampu melaksanakan secara ideal. Monitoring merupakan salah satu aspek tersulit untuk dilakukan secara akurat dan teliti dikarenakan harus adanya korelasi yang kuat antara level executive management dengan para pelaksana yang ada di lapangan. Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan sebab tidak digunakan sistem time management khususnya bagi pelaksana dilapangan adalah terdapatnya miss comunication, ketidakmengertian secara benar pelaksanaan schedule dalam sistem time management itu sendiri. Hambatan yang juga dihadapi oleh kontraktor di Surabaya adalah biaya yang sangat besar bila melakukan semua aspek sistem time management yang baik terutama bagi skala atau ukuran proyek yang besar, selain itu juga dikarenakan faktor pengalaman yang dimiliki sebagai kontraktor besar dianggap sebagai pegangan utama dalam membangun sebuah proyek konstruksi sehingga dalam prakteknya dilapangan tidak selalu melakukan semua aspek kegiatan dalam sistem time management yang ideal.

Tentang raimawan

uchull
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s