Hikmah di balik sebuah musibah

Jika kita sebagai hamba Allah tidak pernah ditimpa kesulitan sedikitpun di dalam hidup ini tentu saja kita terkadang lupa diri & takabur. Allah sengaja memberikan musibah kepada kita sebagai bentuk anugerah yang luar biasa bermanfaatnya untuk kita, yaitu sebagai obat agar kita tidak terjerumus dalam kehancuran yang jauh lebih dahsyat di dunia dan di akhirat. Itulah sebabnya banyak manusia lupa diri, seolah-olah dirinya tampil hebat karena kemampuannya menghebatkan dirinya dan melupakan bahwa sesungguhnya kehebatan yang diperolehnya hanyalah sementara. Dia merasa hebat karena banyak yang memuji, terkenal, sehat, pasangan hidup yang mencintai dirinya, kekayaan. Seolah apapun bisa dilakukannya.

 

Bila kita dalam puncak kejayaan seperti itu, kita bisa lupa diri & lupa akan yang Maha Hebat yang telah menghebatkan dirinya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. ‘Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena kesombongan) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.’ (QS. Luqman : 18).

 

Allah kemudian memutar roda kehidupan, orang yang diatas diputarnya sampai di bawah titik nadir. Demikian juga yang dibawah tiba waktunya diangkat oleh Allah diletakkan diatas. Semua naik & turunnya kehidupan kita agar kita senantiasa diingatkan bahwa didunia ini hanyalah sementara dan kita disadarkan tidak ada apapun yang bisa kita klaim apapun itu adalah milik kita karena semua yang dimuka ini adalah milik Allah. Inilah bukti bahwa Allah sangat menyayangi kita sebagai hambaNya, dengan diberikan musibah sebenarnya Allah ingin kita agar datang kepada Allah.

 

Mari kita buang jauh-jauh sifat yang bisa mengotori hati kita, membuat hati menjadi mengeras, hitam legam, hidup ini menjadi terasa berat, tidak disukai Allah dan dijauhi oleh manusia. Namun bila kita melembutkan hati dengan penuh kasih sayang, rendah hati dan bersabar, sungguh mulia dimata Allah & juga mulia dimata manusia. ‘Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun’ (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna & rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.’ (QS. al-Baqarah : 155-157).

Tentang raimawan

uchull
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s